Disini diperbatasan titian nirwana.
Manusia melegitimasi keberadaannya.
Millenium rentang waktu yg berlalu.
Seakan tlah menjadi ketentuan baku.
Pecahan usia melaju secara beruntut.
Menuntut ganjaran perbuatan insan yang patut.
Menuntun menggapai kesenduan layaknya hujan.
Menggapai kemenangan, cita, angan, dan kenangan.
Ketika manusia hendak mendarat diakhir samsara.
Jiwa-jiwa mulai melesat menuju matra baka.
Menghempaskan kereta siksa alam dunia.
Dengan ekspektasi luar biasa akhirat rana.
Namun bukan tentang itu yang membuatku percaya.
Tuhan bersemai di belahan dimensi sana.
Namun ganjaran yang dijanjikan-Nya.
Tentang surga dan neraka.
Tentang pahala dan dosa.
Tentang Malaikat, Iblis, dan Manusia.
Mengais segala amal untuk merengkuh sepenuh rahmat-Nya.
Maksud batin bukan tuk mendeklarasikan SARA.
Sekedar meyakinkan kepercayaanku sahaja.
Meyakinkan bahwa kami tidak percuma mengangkangi alam dunia.
Meyakinkan bahwa kelak nanti apa yang terjadi.
Tragedi, Ironi, Mimpi, Emosi, Bahkan Mati.
Itu semua terjadi padaku dan orang terdekatku.
Mungkinkah kami bertemu dalam suratan kuasa-Nya nan syahdu.
Atau terpisah antara dimensi dan waktu.
Aku malu menjadi manusia yang belum mengenal sebaik-baiknya Tuhan.
Ya Rabb ampunilah hamba dan orang terdekat hamba.
Jadikanlah kami insan yang berguna bagi bangsa dan agama. Aamin. :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar