Senin, 21 Januari 2013

Flash fiction pertama. (Nyoba2)


15 tahun Fajar Menggema

Disini aku merengut. Menanti jiwa-jiwa yang tersenyum lalu menghampiriku sambil berkata. 15 tahun adalah pencapaian yang luar biasa. Yah hanya itu.
Fajar masih melenguh. Bumi masih basah oleh jutaan kristal yang mengelap cakrawala. Aku tlah bersliweran entah kemana. Menendang kerikil, Menjentikkan jari, Melakukan segala perbuatan iseng selama kaki melesat menghina tanah. Tak terasa aku tlah merengkuh tahun ke 15. Walau belum cukup untuk dibilang dewasa dan mendapat KTP sebagai identitas sejati.
Ketika mataku tengah mengelitiki keadaan, kulihat siluet manusia yang ku kenal. Sahabatku Robby. Kebetulan berpapasan dengannya sepagi ini. Kebetulan pula ia mau lebih dulu membuka percakapan.
"Bro, Tumben pagi buta keluyuran? Kena mimpi basah ya tadi malem. XD" seperti biasa dengan mulutnya yg ceplas ceplos.
"Masalah? Eh lu kelupaan sesuatu gak? Something special gitu" Aku mengingatkan
"Apaan sih. Sok inggris2an lu. Spesial apaan? Martabak?" timpalnya
Tiba-tiba tak ada angin tak ada geluduk, guntur, petir, halilintar, gemuruh, badai, dkk menari2 diatas awan, lalu menciptakan fenomena kosmos. *sok puitis bgt*
Tangan kurus kapalan milik Robby sudah mendarat di pipi kiriku. Nyeri bercampur panas berjangkit dipipi. Tak sabar hati ingin membalas. Namun, Robby sudah melesat menjauhiku. Dari kejauhan sana. Ia memicingkan mata sambil berkata "Indahnya 15 tahun fajar"
"Sial. Awas lu yaa, n BTW thanks yaa" timpalku dari sini. :D
Selamat Pagi Fajar pertama tahun ke 15. Semoga menjadi pembuka yang khidmat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar