Dear Gelas Kaca.
(Tak perlu malu menjadi pemimpi)
Bulirmu mengawang pada gumpalan
riak-riak zaman
Dari sini aku mudah memandangnya
dengan teropong bintang
Kau menari menjejakkan genangan
musi
Menciptakan debur semu, sunyi, dan
sepi
Wahai gelas kaca
Aku bercermin pada kilaumu
Memandang rintih wajahmu
Terpaku pada waktu yang berlalu
Diacuhkan layaknya batu
Aku menyesal
Memandang Kristal yang terkulai gravitasi
Cucuran yg terpantul sinar matahari
Hai gelas kaca
Aku memandangmu
Bagaikan memandang diriku yang
membeku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar